Tampilkan postingan dengan label Info Wisata Sabang - Merauke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Wisata Sabang - Merauke. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 September 2008

Berastagi, wisata adem




Berastagi adalah tujuan wisata utama di Tanah Karo yang terletak di ketinggian sekitar 4.594 kaki dari permukaan laut dan dikelilingi barisan gunung-gunung, memiliki udara yang sejuk dari hamparan perladangan pertaniannya yang indah, luas, hijau. Brastagi merupakan daerah tujuan wisata yang memiliki fasilitas lengkap di Tanah Karo, seperti hotel berbintang, restoran, golf dan lain-lain sampai kepada hotel yang tarifnya relatif dapat terjangkau. Brastagi juga dikenal dengan julukan kota Markisa & Jeruk Manis .

Dari kota Markisa & Jeruk Manis Berastagi, para pengunjung akan menikmati pemandangan yang indah ke arah pegunungan yang masih aktif, yaitu gunung Sibayak dan gunung Sinabung.

Untuk mendaki gunung Sibayak diperlukan waktu lebih kurang 3 jam perjalanan dan kita bisa menikmati pemandangan yang indah di pegunungan tersebut atau perlu waktu 3 sampai 4 jam perjalanan di hutan untuk melihat kekayaan alam di dalamnya baik flora maupun fauna di sekitar hutan tersebut.



Selain buah - buahan, Berastagi juga terkenal sebagai penghasil berbagai jenis sayur - sayuran, buah - buahan dan bunga - bunga. Di kota Berastagi dilaksanakan beberapa peristiwa pariwisata antara lain Pesta Bunga Buah dan festival kebudayaan Pesta Mejuah - juah yang diadakan setiap tahun. Tanah Karo juga memiliki tradisi yang telah turun temurun dilakukan yaitu Kerja Tahun yang diselenggarakan setiap tahun oleh orang - orang Karo yang tinggal di daerah tersebut ataupun yang sudah merantau datang kembali ke perkampungan yang memiliki hubungan keluarga untuk saling berkunjung dan bersilaturahmi.

Senin, 08 September 2008

Menyelam di Pulau Banda


Pulau Banda merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang terkenal di Indonesia untuk para penyelam. Baik penyelam yang ahli maupun yang pemula akan menikmati area menyelam mulai dari area dengan kedalaman yang dangkal antara Banda Neira dan Gunung Api sampai dengan tembok vertikal di Pulau Hatta. Pulau Banda menawarkan pemandangan tropikal yang mempesona, sebuah cerita yang tidak akan terlupakan, penduduk yang ramah, dan beragam karang laut yang asli.

Kegiatan scuba adalah kegiatan baru yang terdapat di pulau ini, namun pionir penyelam tidak memerlukan kerja keras untuk sensasi scuba ini. Kehidupan bawah laut sekitar Ambon dan pulau terdekat Saparua memiliki beberapa tempat menyelam dengan rating tinggi. Selain adanya tembok karang, kehadiran kehidupan laut yang besar: ikan hiu, kura-kura, sekelompok Napoleon Wrasse, ikan dengan kelompok besar, tuna, dan lobster yang besar, menemani berbagai kelompok ikan batu karang.

Pulau Banda, terletak kurang lebih 132 Km sebelah Tenggara Ambon, terdiri dari tiga pulau besar dan tujuh pulau kecil, di ketinggian pinggiran laut terdalam Indonesia, Laut Banda. Dekat dengan Pulau Manuk, kedalaman air mencapai lebih dari 6.500 meter. Dari ketiga pulau terbesar: Pulau Banda, Pulau Banda-Neira, dan Pulau Gunung Api, dua pulau pertama ditutupi dengan pohon pala dan vegetasi lain, sedangkan pulau ketiga,

tidak ditumbuhi pepohonan dan bertanah volkanik. Laut sekitar Banda merupakan tempat yang paling terkenal dengan taman laut Malukunya dengan karang yang cerah dan ikan yang berwarna-warni berada dalam air yang jernih seperti kristal dan membuatnya sanagat cocok untuk menyelam, snorkel atau hanya untuk melihat-lihat saja.

Tempat Menyelam Pulau Banda:
Sonegat : Tempat menyelam terdekat untuk seorang penyelam yang baik hanya lima menit dari hotel bila menggunakan perahu. Terletak di Sonegat-sea arm " antara banda Neira dan Gunung Api, hanya lepas pantai dari sebuah rumah tepi pantai yang kecil milik Des Alwi, anak paling terkenal pemilik Banda. Kedalaman airnya curam dan temboknya meluas 25 meter ke ujung pantai. Terdapat sedikit ikan di daerah ini, namun sebuah ukuran yang bagus dari dogtooth tuna terdapat di daerah ini dan beberapa ikan blue girdled dan emperor angelfish yang cantik juga terdapat disini.

Keraka Island : Pulau Keraka atau Pulau Kepiting hanya beberapa menit saja, dan melindungi jalan lintasan pintu utara Pulau Neira-Gunung Api. Sebuah hamparan pasir di pesisir utara sangat cocok untuk piknik. Di sebelah selatan pantai, terdapat beberapa mini-wall setinggi 18 meter yang ditutupi dengan ratusan large blue and yellow tunicates. Beralih ke arah timur pantai, Anda dapat melihat di kedalaman 10 meter, bermacam-macam ikan batu karang dan sekelompok barracuda sepanjang setengah meter.

Sjahrir Island dan Batu Kapal : Pulau Sjahrir atau yang dulu dikenal sebagai Pulau Pisang dan Batu Kapal hanya 20 menit dari hotel di Banda-Neira dengan menggunakan perahu. Dua tempat ini terkombinasi dengan baik untuk kegiatan menyelam pagi hari, seuah piknik di pantai, dan kegiatan menyelam sore hari.

Gunung Api
: Pada Bulan May, 1988, ledakan dari gunung ini telah membunuh hampir semua formasi karang lepas pantai yang terdapat di sekitar Gunung Api, tetapi yang menakjubkan menyebarkan beragam bunga karang. Beberapa karang mulai tumbuh kembali, namun bentang alam laut yang besar masih menyisakan kepucatan karena tidak adanya tembok di Gunung Api. Kemiringan dasar laut mencapai 30-35 meter.

Lontar Island : pagar terluar dari Pulau lontar, yang mewakili bagian pinggiran sebuah sunken caldera, menawarkan beberapa tempat menyelam yang baik.

Batu Belanda : Di tempat ini, Anda akan menemukan beragam barrel dan tube sponge, dan gua-gua kecil dan celah. Ikan yang berada di daerha ini sangat bervariasi dan beragam: sekelompok snappers, large emperor, dan blue-girdled angelfish, wrasses, large pinnate bat-fish dan beragam bannerfish.

Ai Island : Bersama dengan Pulau Hatta, pulau ini menawarkan tempat menyelam terbaik di Pulau Banda. Baik di pantai utara dan selatan dan barat dari Pulau Ai, dikelilingi dengan tembok karang yang sempurna, yang tidak datar dan penuh dengan gua-gua, habitat dari harbors fish.

Hatta Island : Pulau Hatta hanya 25 Km dari Pulau Banda-Neira. Skaru atoll dan sebuah karang di bawah permukaan air laut dapat ditemukan beberapa ratus meter dari sebelah selatan Pulau Hatta. Pada sebuah karang yang muncul pada permukaan bumi, Anda dapat melihat parade dari unicornfish, Fusiliersm Jack Fish, dan Rainbow Runners, sering terlihat juga Whitetip Sharks (sepanjang 2 meter) dan Dogtoothed Tuna, napoleon Wrasse, dan Hawksbill Turtles.

Cara Mencapai Daerah Ini
*
Untuk mencapai Ambon, Anda dapat melakukan penerbangan melalui Denpasar via Ujungpandang.
*
Untuk Mencapai Pulau Banda, Anda dapat melakukan penerbangan dari Ambon dengan pesawat kecil/Merpati Airlines,
*
atau anda dapat mencoba ini: melakukan penerbangan dari Ujung Pandang ke Ambon, lalu Anda harus menunggu kapal ferry (beroperasi sekali dalam dua minggu), dan tinggal di Pulau Banda selama 17 hari sampai denga kapal ferry kembali.
Tempat Menginap
Terdapat akomodasi yang sedikit dan sangat murah untuk menetap di sekitar Pulau Banda, yang dapat Anda pilih dengan beragam harga dan fasilitas.

Berkeliling
Banyak hari yang dapat dihabiskan untuk mengelilingi pulau subur ini. Rempah-rempah masih tetap tumbuh disini dan penduduk lokal masih membuat makanan tradisional dan makanan ringan menggunakan rempah-rempah yang sangat langka dan dicari. Jalan-jalan untuk melihat benteng peninggalan Belanda, mengunjungi perkebunan pala. Dan trek menuju Gunung Api akan meninggalkan kesan yang tidak akan terlupakan dengan pemandangan yang menakjubkan di sekeliling pulau Banda-Neira

Tempat Bersantap
Hanya terdapat sedikit restoran dengan beragam makanan Indonesia

Buah Tangan
Cobalah untuk membeli beberapa cinderamata lokal atau makanan tradisional dan makanan ringan.

Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan
Untuk yang bukan peselam, jangan khawatir akan mengalami kebosanan, karena selain kegiatan snorkeling di Banda-Neira, terdapat beberapa lapangan tenis dan perjalanan singkat mengelilingi Banda Neira. Bagi mereka yang membawa anak-anak, mereka dapat berenang di air yang tenang atau menonton hiu, ikan, dan kura-kura.

Tips

*
Menyelam sangat memungkinkan dilakukan di setiap waktu sepanjang tahun, namun tergantung pada keadaan bulan yang memungkin melarang Anda melakukan aktivitas menyelam pada beberapa tempat selam dari Bulan Juli sampai dengan September.
*
Menyelam sangatlah nyaman dengan air yang tenang dan memiliki daya pandang baik, namun beberapa tempat selam tergantung pada beberapa kondisi yang membuat tempat-tempat tersebut hanya boleh dipakai penyelam yang berpengalaman.
*
Jangan lupa melengkapi diri Anda dengan peralatan selam, papan surf, dan snorkel.
*
Cobalah untuk menyewa peralatan dari perusahaan besar, sehingga lebih terjamin, namun ingat tanggungjawab untuk memeriksa perlatan tetap ada pada Anda.
*
Bawalah baju renang dan pakaian lebih.


arsip dikutip dari : http://www.budpar.go.id/

Pesona Danau Terbesar di Indonesia--Danau Toba


Apabila Anda berkunjung ke Danau Toba, Anda mungkin heran karena mendapati danau ini lebih mirip lautan dibandingkan danau. Suasana yang adem dan menyegarkan, pemandangan yang indah dan memesona, dengan pegunungan yang mengelilingi daerah ini mungkin akan membuat Anda betah. Pulau Samosir terletak dengan megahnya di tengah-tengah pulau. Di tengah-tengah Samosir, masih ada danau lagi, yang menambah keunikan tempat wisata ini.

Danau Toba berukuran sekitar 1700 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih 450 meter. Terletak 906 meter di atas permukaan laut, tempat ini merupakan surga bagi banyak tumbuhan menarik. Beberapa orang yang menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam di wilayah ini berkata bahwa Danau Toba membuat mereka melupakan semua masalah mereka--walaupun untuk sementara

Cara Mencapai Daerah Ini

Dengan menggunakan mobil sewaan dari kota Medan, Anda dapat mencapai Parapat dalam waktu kurang lebih 4 jam. Parapat terletak sekitar 185 kilometer jauhnya dari ibu kota Sumatra Utara. Anda juga dapat menggunakan bus atau mengikuti tur untuk mengunjungi danau ini.

Tempat Menginap

Berbagai penginapan dan hotel tersedia di Parapat. Beberapa hotel malah menyediakan fasilitas seperti kolam renang dan jacuzzi untuk memanjakan tamu-tamunya.

Berkeliling

Anda dapat berperahu untuk mencapai Pulau Samosir.

Tempat Bersantap

Banyak restoran yang didirikan di daerah ini. Anda juga dapat mencicipi makanan setempat di hotel atau penginapan.

Buah Tangan

Suvenir seperti T Shirt, topi, gantungan kunci, dan sebagainya dapat Anda beli di Medan, Parapat, ataupun di Pulau Samosir. Di Tuk Tuk Anda dapat membeli kerajinan khas suku Batak yang unik--misalnya ulos, ukiran khas, kalender Batak, alat musik tradisional, dan lain sebagainya.

Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan

Anda dapat berenang di danau, atau menaiki perahu mengelilingi danau. Anda juga dapat mengunjungi Pulau Samosir untuk melihat rumah adat raja-raja Batak zaman dahulu juga para kuburan raja di wilayah Tomok. Lapangan golf juga tersedia bagi yang menggemari olahraga yang satu ini.

tips

- Bawalah jaket dan topi. Tempat ini mungkin cukup dingin bagi beberapa orang.

- Bawalah baju renang dan perlengkapan olahraga Anda.

arsip dikutip dari : http://www.budpar.go.id/

Sabtu, 06 September 2008

Wisata Sabang, Wisata di Penghujung Indonesia

Sabang dan Merauke, dua dari beberapa kota terluar di Indonesia, mewakili barat dan timur. Buletin Katulistiwa edisi Januari 2005 pernah memuat perbandingannya. Secara kebetulan kedua tempat ini berada di provinsi yang (pernah) menjadi ancaman disintegrasi. Tulisan ini tidak akan berpanjang-panjang membahas persamaan dan perbedaan kedua kota ini, tetapi lebih kepada Sabang saja.

Bagi warga Jakarta, Sabang mungkin lebih dikenal sebagai sepenggal jalan di pusat kota yang terkenal dengan wisata kulinernya, terutama pada malam hari, yang selalu ramai dengan aneka makanan dan juga yang tak kalah adalah pengamennya. Ya, sabang di Jakarta memang sebuah nama jalan di kawasan yang banyak memakai nama kota untuk nama jalannya.

Kota Sabang terletak di Pulau Weh, sebelah utara Banda Aceh, pulau yang (hampir) paling utara di Indonesia. Yang unik dari pulau ini adalah bentuknya yang seperti huruf W, sehingga ada yang beranggapan pulau ini diberi nama dari bentuknya. Ada yang bilang "weh" artinya dekat, karena pulau ini masih terlihat masih terlihat dari Banda Aceh, kota utama di provinsi ini. Ada juga yang bilang berarti "pergi" karena konon pulau ini makin menjauh dari pulau Sumatera. Ada juga yang mengatakan sebagai "weh" sebagai bentuk mengusir, karena pulau ini dulu merupakan pulau buangan, entah karena sakit atau karena dipenjara. Penulis tidak sempat mencari tahu mana arti yang sebenarnya walau sempat empat kali berkunjung ke pulau ini. Yang membuat prihatin penulis adalah kecenderungan orang menyebutnya dengan Pulau Sabang.




Secara administratif, Sabang merupakan sebuah Kota (dulu Kotamadya) yang mencakup Pulau Weh sebagai pulau utamanya dan pulau-pulau kecil tak berpenghuni di sekelilingnya, termasuk pulau Rondo yang merupakan pulau paling utara di Indonesia.

Berwisata ke Sabang, walau bisa ditempuh dalam satu hari dari Jakarta, memang jauh dan cukup melelahkan. Apalagi, jika memang dari Jakarta masih banyak pilihan tempat lain. Tetapi jika belum pernah dan ingin merasakan yang agak beda, Sabang layak masuk dalam daftar tujuan.

Iboih dan Gapang

Walaupun masih ada obyek wisata budaya atau sejarah, kota kecil yang tenang, di pulau yang cantik ini wisata alam adalah daya tarik utamanya, terutama laut. Taman-taman laut yang indah di sekitar Pulau Rubiah menjadi tujuan utama wisatawan yang datang ke sini. Pengunjung bisa memilih untuk menyelam, snorkling, berkeliling dengan perahu, bermain kano atau memilih semuanya.

Tsunami yang datang akhir Desember tahun lalu memang sedikit merusak keindahan taman bawah air di sekitar Pulau Weh ini, seperti diakui Junet, seorang penduduk Iboih yang sering mengantarkan wisatawan mendatangi taman laut disekitar Iboih. Tetapi kerusakan terumbu itu berangsur pulih, ikan-ikan pun mulai terlihat datang bermain-main di sekitar terumbu karang. Kerusakan yang terjadi tidak seperti kerusakan yang diakibatkan oleh manusia, seperti bom misalnya.

"Dulu memang lebih cantik terumbu karangnya. Di dekat Rubiah sini paling cantik, apalagi (dekat Rubiah sini) lebih sepi, jadi lebih santai berenangnya," jelas Junet mempromosikan keindahan Rubiah yang diiyakan rekannya.

Seperti terlihat di peta, Rubiah, pulau kecil di dekat Iboih memang tempat yang ideal untuk snorkling. Di pulau kecil ini ada sebuah penginapan yang bisa disewa. Pantainya cocok untuk bersantai, dan kemudian sesekali berenang menikmati keindahan bawah laut, tak jauh dari pantai.

Iboih dan Gapang adalah dua tempat yang biasa dituju para wisatawan. Fasilitas untuk menikmati keindahan laut pulau ini tersedia lengkap bagi wisatawan yang tidak membawa peralatan sendiri. Bahkan dulu terdapat warnet berkecepatan tinggi untuk mengakses internet, sayangnya fasilitas ini rusak dihantam tsunami. Menurut penuturan Junet internet digunakan menjadi seperti ensiklopedia untuk mengetahui jenis spesies yang ditemukan di laut saat snorkling atau menyelam, atau digunakan untuk mengirim berita, foto dan artikel tentang spesies-spesies itu.

Iboih dan Gapang biasanya ramai pada tiap akhir pekan. Dan Gapang lebih ramai karena memiliki lebih banyak bungalow, disitu juga terdapat sebuah hotel berbintang. Penulis sendiri merasakan kekurangnyamanan akibat terlalu ramainya Gapang.

Bungalow di sana berbentuk panggung, terdiri dari satu ruangan kecil yang hanya sedikit lebih besar dari tempat tidur. Fasilitas sanitari yang sering dikeluhkan pengunjung manca negara terpisah dari bungalow. Bungalow-bungalow itu dibangun berkelompok membentuk kompleks menurut pemiliknya. Dan satu kompleks bungalow biasanya memiliki satu fasilitas sanitari dan tempat makan sendiri-sendiri, walau masih terdapat rumah makan di kampung terdekat.

Setelah tsunami pengunjung wisata di pulau ini kembali berdatangan, setelah mengalami kelesuan akibat pemberlakuan status "darurat militer" di propinsi ini.

"Yaah.. sekarang lumayan lah, dulu ada yang menjual tanahnya karena bisnis sepi," papar O'ong, salah satu pemilik bungalow di Iboih tentang perkembangan usahanya.

Para pengunjung biasanya adalah para relawan atau pekerja yang beristirahat sejenak dari kesibukannya membantu perbaikan dan pembangunan Aceh. Tapi ada juga pengunjung setia tempat ini, yang rutin datang selama beberapa tahun terakhir.

"Bule itu sudah sepuluh tahun datang ke sini terus, dan selalu memilih bungalow yang sama" jelas Norma, pengelola bungalow, sambil menunjuk seorang wisatawan asing. "Di kampung itu juga ada bule Perancis yang menikah dengan orang sini, pintar bahasa Aceh dia, tapi tidak bisa bahasa Indonesia," tambah Norma lagi.

Tugu Kilometer Nol

Pulau Weh sebagai pulau berpenghuni paling utara dijadikan tempat monumental sebagai patokan titik awal penghitungan jarak di Indonesia. Beberapa orang mempertanyakan kenapa tidak pulau Rondo yang berada di paling utara saja yang dijadikan patokan. Seorang profesor pemetaan terkemuka menjawab diplomatis bahwa dia tidak diikutkan dalam penentuan titik itu, saat ditanya dalam sebuah lokakarya tentang pemetaan di Kota Sabang.

Titik awal itu diberi tanda dengan sebuah monumen bernama Monumen Kilometer Nol. Pengunjung yang sudah pernah mendatangi titik ini bisa mendapatkan sertifikat "kedatangan"-nya di kantor pariwisata Kota Sabang.

Monumen yang diresmikan tahun 1997 itu sendiri tidak berada di bagian paling utara pulau Weh, tapi agak sedikit ke selatan di tempat yang lebih tinggi menyerupai bukit. Mungkin karena bagian paling utara di pulau Weh merupakan pantai terjal yang berhadapan langsung dengan Laut Andaman di utara dan Samudera Hindia di sebelah baratnya. Setiap pengunjung yang mendatangi tempat ini diminta melapor di sebuah pos militer yang dijaga Pasukan Khas dari Angkatan Udara, saat mendekati bangunan monumen.



Tempat ini adalah tempat yang monumental, memiliki nilai strategis bagi kedaulatan wilayah negara. Tapi mungkin tidak banyak yang bisa dilihat di tempat ini selain bangunan monumen dan papan petunjuk yang berisi bahwa tempat itu sebagai titik acuan penghitungan jarak di Indonesia. Tempat itu memang berada di tengah hutan di ujung pulau paling ujung di Indonesia. Jika tidak terbiasa, hati-hati dengan monyet liar yang mendiami tempat itu.

Info:

Transportasi:

Jakarta/Medan - Banda Aceh : 3x penerbangan pagi
1x penerbangan siang
Lama perjalanan
Jakarta - Medan: 2 jam
Medan - Banda Aceh: 45 menit
Banda Aceh (bandara-pelabuhan) : + 30 menit ke pelabuhan feri cepat di Ulee Lhee
+ 1 jam ke pelabuhan feri ro-ro (jika membawa kendaraan) Malahayati di Krueng Raya
Banda Aceh - P. Weh (Pel. Balohan) : + 45 menit dengan feri cepat setiap hari jam 09.00 dan 15.00
+ 2 jam dengan feri ro-ro setiap hari jam 13.00
Balohan - Kota : + 15 menit dengan taksi atau angkutan umum minibus
Balohan - Iboih/Gapang : + 1 jam dengan taksi atau angkutan umum minibus
Dalam kota : Bisa dengan berjalan kaki karena dekatnya tempat-tempat di dalam kota, atau dengan menyewa becak bermotor.
Tidak ada tempat penyewaan kendaraan.

Akomodasi :

Kota Sabang : Satu hotel berbintang di tempat yang agak jauh (di bukit) dan beberapa hotel melati.
Iboih : Bungalow yang dikelola masyarakat
Gapang : Hotel dan bungalow yang dikelola masyarakat

Di Tulis Oleh Tri Agus Prayitno

Selasa, 01 Juli 2008

Bukit Lawang, Objek wisata yang Terlupakan


Bencana banjir bandang yang melanda pesona objek wisata Bukit LawangKecamatan Bahorok Kabupaten Langkat, Minggu malam 2 November 2003 hampir empat tahun lalu, memang masih menjadi suatu kenangan yang tak terlupakan. Bahkan, musibah ini tercatat sebagai bencana nasional yang mendapat perhatian cukup besar, bukan saja bagi warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan Indonesia, tetapi juga dari luar negeri, umumnya para wisatawan yang pernah berkunjung ke daerah ini.



Objek wisata yang luluh lantak, porak poranda dihantam air bah di kawasan pinggiran sungai Bahorok BukitLawang itu menyisakan suatu kenangan pahit bagi 354 KK yang kehilangan harta benda, puluhan nyawa serta menyapu berbagai bangunan rumah, perhotelan, penginapan tempat peristirahatan, lahan pertanian dan persawahan itu dulu memang cukup tragis dan mengharukan.

"Tetapi kini kenangan lama yang telah melanda BukitLawang itu menjadi petunjuk kepada kita betapa dahsyatnya kekuasaan Tuhan yang berkehendak kepada ummatNya yang tak dapat dicegah barang sekejap pun. Rasa trauma yang sempat menghantui perasaan warga itu secara berangsur kini mulai sirna dan kami ingin menatap masa depan yang lebih baik dan kami optimis BukitLawang harus bangkit kembali sebagai objek wisata yang andal,'' ujar Daulat Purba, salah seorang warga BukitLawang yang kini merehabilitir lokasi pertambakan ikan dan kolam pancing seluas 4 Ha di sekitar perbukitan BukitLawang.

Rasa optimisme yang tinggi dari seorang Daulat Purba untuk menumbuhkembangkan BukitLawang, bukanlah sebuah angan-angan. Buktinya, objek wisata yang terkenal di mancanegara itu tampak mulai bersinar kembali. Rehabilitasi BukitLawang secara berangsur mulai menjadi kenyataan. Alur Sungai Bahorok yang telah menimbulkan bencana dahsyat itu kini tidak seperti dulu lagi. Segala bebatuan, dan porak poranda bekas bencana itu kini sudah sirna. Berbagai pembangunan terus berjalan, dari pinggiran sungai yang yang telah dibangun beronjongan yang permanen serta alur sungai yang makin melebar, pembangunan dam proyek Irigasi Timbang Lawan Kecamatan Bahorok sudah menjadi suatu antisipasi yang cukup dominan bahwa bencana seperti 4 tahun lalu itu bisa dicegah.

Malahan secara berangsur para pebisnis perhotelan dan restoran sudah melakukan renovasi dan pembangunan baru di sekitar kawasan BukitLawang. Salah satunya A Chiang, pengusaha yang telah melirik kawasan wisata ini.

Nah, salah satunya Hotel dan Restoran "Rindu Alam" misalnya, telah merenovasi lahannya menjadi indah dan nyaman. Hotel dan restoran berkapasitas 48 kamar dengan fasilitas ruangan pertemuan yang cukup representatif ini akhir-akhir ini sudah menampung berbagai kegiatan seperti acara pertemuan, resepsi dan menampung para penginap lokal dari daerah lain dan para turis dari luar negeri, menjadi tempat peristirahatan yang nyaman dan berkelas, tetapi cukup terjangkau dalam masalah tarif.

Soal kunjungan ke hotel ini, kata Ali Wijaya, secara berangsur sudah mulai berjalan, walau belum normal seperti dulu.

"Tetapi kami yakin, setelah grand opening nanti, yang menurut rencana akan diresmikan oleh Bupati Langkat H Syamsul Arifin SE,BukitLawang akan menjadi salah satu daerah tujuan wisata lingkungan yang secara perlahan akan berkembang menuju peningkatan arus wisata dan peningkatan kunjungan turis luar negri,'' sebut Ali Wijaya.

Selain Hotel dan Restoran "Rindu Alam", bungalow dan tempat peristirahatan lainnya, seperti San Bungalow, Parina, Sibayak Lauser, Jusman Guest House, BukitLawang Indah, Jungle Inn, Ecoluge dan beberapa bangunan di pinggiran sungai sudah mulai beraktivitas, di mana pada hari tertentu dan hari libur mulai banyak dikunjungi oleh warga dan para turis dari luar negeri.

Pusat rehabilitasi dan penangkaran mawas di seberang perbukitan BukitLawang juga tampak mulai banyak dikunjungi wisatawan luar negeri. Mereka dapat melintas ke seberang sungai melalui dua jembatan gantung yang membentang di atas sungai selebar sekitar 40 meter itu.

Hotel dan Restoran Rindu Alam kini terus berbenah diri menjadi satu lokasi hotel dan restoran yang terbaik di BukitLawang. Selain menjadi tempat penginapan, Rindu Alam juga menyediakan berbagai jenis masakan tradisional dan internasional dengan menu masakan yang cukup lezat cita rasanya.

Untuk menu masakan seafood dan ikan tawar seperti ikan durung, nila, emas dan tawas, pasokan ikan segarnya disediakan langsung dari kolam pancing dan tambak milik Daulat Purba.

"Kami optimis BukitLawang sebagai objek wisata yang cukup berperan setelah Danau Toba dan Berastagi akan bangkit dan bersinar kembali. Bupati Langkat Syamsul Arifin memiliki peran yang besar agar daerah ini bisa menjadi ramai lagi. Karena sudah tersiar kabar fasilitas ruas jalan sekitar 63 Km dari Binjai ke BukitLawang akan direhab menjadi lebih permanen dan mulus dari kucuran dana APBD Pemprovsu sekitar Rp 50 milar,'' kata Setia Budi Ginting, Ketua Koperasi Tani Sri Handayani BukitLawang.

Sabtu, 28 Juni 2008

Tangkahan Jilid I


Di tahun – tahun sebelumnya, illegal loging merupakan pendapatan utama masyakarakt di hutan Tangkahan, yang mencakup desa Namo Sialang dan Sei Serdang di kawasan Leuser. Sangat besarnya pendapatan mereka sehingga mereka mengabaikan perkebunan mereka. Akan tetapi kemanan hutan dan usaha penangkapan kepada penebang liar yang semakin diperketat membuat para penebang liar ini harus mencari penghasilan hidup lainnya yang juga berasal dari hutan namun aman dari hukum dan berkelanjutan. Mereka kemudian kembali mengelola perkebunan mereka yang semula terbengkalai dan mulai untuk menjalankan ide mempromosikan ekowisata di daerah mereka.

Masyarakat di kedua desa ini (yang dihuni oleh sekitar 2000 KK) setuju untuk mengembalikan kawasan Tangkahan sebagai kawasan wisata yang ramah lingkungan. Ini ditandai dengan dibentuknya Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT) yang merupakan lembaga lokal yang dipercaya untuk mengelola ekowisata dan bekerja sama dengan pihak taman nasional gunung leuser.

Masyarakat bersama dengan LPT bertekad untuk berusaha melindungi keindahan hutan dari masyarakat luar yang berusaha mencuri kayu di hutan ini dan mencemari sungai, karena mereka ekonomi masyarakat di desa kami akan meningkat dengan adanya kegiatan ekowisata yang dikelola di kawasan ini’ ungkap Njuhang Pinem, yang merupakan ketua LPT, yang dulunya juga merupakan penebang liar.

tangkahan salah satu titik pusat penebangan liar di kawasan Leuser, tapi saat ini kesadaran masyarakat telah jauh meningkat dan mereka justru berbalik menjaga hutan, sekaligus membentuk ranger yang melakukan monitoring hutan, 2 kali seminggu.

Tangkahan merupakan kombinasi dari vegetasi hutan dan topografi yang berbukit, menjadikan tempat ini sangat ideal bagi tempat wisata. Sungai Batang Serangan dan Bulih yang membelah hutan ini merupakan tipe sungai yang mencirikan sungai di hutan tropis, dengan beraneka ragam jenis tumbuhan dan tebing yang beraneka warna di tepian sugai ini. Air sungai yang sangat jernih dan bernuansa hijau menciptakan panorama dan atmosfer yang alami dan mistik. Tangkahan memiliki 11 air terjun dan beberapa sumber air panas, juga gua kelelawar.

Untuk sampai di lokasi ini, dari terminal pinang baris di kota medan, bisa menggunakan bis PS langsung menuju Tangkahan, melewati Stabat. Perjalanan ke Tangkahan dapat ditempuh sekitar 3 - 4 jam dari kota Medan. Untuk menuju kawasan ekowisata, kita harus menyebrangi sungai. Sungai batang serangan cukup deras arusnya, sehingga harus menggunakan rakit, ini merupakan salah satu petualangan lain yang akan dirasakan pengunjung

Di Tangkahan sangat banyak aktivitas yang dapat dilakukan baik yang berupa petualangan atau hanya sekedar trekking di hutan tropis. Ada 3 jalur trekking di hutan ini mulai dari soft trekking (untuk anak – anak maupun keluarga) sampai yang bersifat petualangan. Para pengunjung akan ditemani oleh pemandu lokal yang telah dibekali dengan pengetahuan hutan dan interpretasi alam. Jalur trekking yang ada juga telah dilengkapi dengan papan informasi tentang beberapa fenomena alam di hutan Tangkahan.

Bagi yang suka petualangan, dapat merasakan pengalaman baru, yaitu tubing. Tubing adalah semacam kegiatan rafting, namun tidak menggunakan perahu karet seperti biasa. Kita akan duduk di atas ban mobil dan mengalir mengikuti arus sungai sampai ke titik tertentu, sambil melewati goa, menikmati pemandangan di tepi sungai. Jangan khawatir, para pemandu di Tangkahan semuanya sudah sangat berpengalaman dalam kegiatan ini, dan mereka telah mengikuti pelatihan keselamatan dan memiliki SOP.

Aktivitas lain yang dapat dilakukan selain pengamatan burung, berenang, dan kegiatan alam bebas lainnya, pengunjung juga dapat ikut dengan masyarakat yang melakukan monitoring hutan dengan gajah. Pengunjung akan diajak berkeliling hutan sambil menunggang gajah. Sampai saat ini ada 3 ekor gajah yang dipelihara dan dipergunakan untuk monitoring.

Untuk menginap di Tangkahan, telah tersedia ecolodge (bamboo river) yang dikelola masyarakat, dilengkapi dengan restoran yang menyediakan menu lokal sederhana, namun cukup lezat dinikmati. Berkunjung ke Tangkahan merupakan pengalaman baru yang akan membekas dihati, karena sambil menikmati hutan hujan tropis, pengunjung juga telah ikut melestarikan hutan Indonesia dengan membantu memberikan kontribusi ekonomi ke masyarakat di sekitar hutan Tangkahan.

FOTO-FOTO TANGKAHAN :
Tempat Wisata yang Eksotis :
Menyebrang Dengan Getek :

Penginapan Bamboo River :



Goa Kelelawar :


Green River :

Contact Person :

s o e : 061 - 91639693
Trik-Tips Blog

BERDIRI DI PUNCAK GUNUNG

Berdiri di puncak gunung,
membawaku dalam keheningan
Berdiri di puncak gunung
membawaku dalam kesunyian
Berdiri di puncak gunung,
membuatku tau luasnya dunia
Berdiri di puncak gunung,
membuat ku belajar artinya alam
Berdiri di puncak gunung,
membuatku sadar siapa diriku
Berdiri di puncak gunung,
membuatku sadar betapa kecil diriku
Berdiri di puncak gunung,
meruntuhkan segala kesombongan pada diriku
Berdiri di puncak gunung,
membuatku belajar arti sebuah perjalanan
Berdiri di puncak gunung,
membawaku dekat dengan-Mu
Berdiri di puncak gunung,
selalu berarti dalam hidupku

Harley B. Sastha
Puncak selatan G. Raung, 2005